Di Armenia, Rhea Health Tone Digunakan Sebagai Terapi Covid-19

Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu penemuan obat Covid-19 yang rencananya akan dikembangkan di Indonesia adalah rhea health tone (RHT). Saat ini, RHT baru mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai suplemen kesehatan, bukan obat.

Namun di Armenia, RHT telah digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19. Armenia adalah negara pertama yang memberikan surat semacam rekomendasi atau anjuran bahwa RHT bisa dijadikan terapi.

Menurut mantan Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo yang menginisasi RHT bersama mantan Menkominfo Rudiantara, suplemen ini sebetulnya ditemukan di Indonesia. Salah satu perusahaan di Armenia kemudian tertarik untuk memproduksinya dan menganjurkannya sebagai terapi tambahan untuk pasien Covid-19.

Di Indonesia sendiri, penggunaan RHT telah dilakukan. Dalam praktik di lapangan, sejumlah pasien Covid-19 yang diberikan terapi tambahan dengan RHT mengaku sembuh. Rata-rata dalam 5-7 hari, hasil pemeriksaan tes PCR-nya negatif. Saat ini beberapa rumah sakit menggunakannya sebagai terapi tambahan untuk pasien Covid-19, bukan terapi utama atau terapi protokol.

“Sekali lagi saya bilang kita tidak bisa klaim menyembuhkan Covid-19 sebagai obat. Karena izin edar yang diberikan hanya sebagai suplemen kesehatan,” kata Eko kepada Suara Pembaruan, Minggu (23/8/2020).

Eko menjelaskan cara kerja dari RHT adalah memperkuat reseptor di dalam tubuh manusia yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel beberapa organ tubuh, di antaranya paru-paru dan usus.

Ketika virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 masuk ke dalam saluran pernapasan, ia akan hinggap dan melekat pada ACE2 tersebut. Makin banyak ACE2 dalam tubuh, makin besar pula virus ini menempel dan masuk dalam tubuh lalu merusak saluran napas.

RHT yang mengandung essential oil atau ekstrak minyak ini berfungsi memperkuat ACE2, sehingga virus tidak bisa masuk.

Saat ini, RHT sudah menjalanisejumlah penelitian awal berupa uji in vitro dan hasilnya telah dipublikasikan lewat jurnal. Uji in vitro sebagai bagian dari uji klinis fase pertama dilakukan dua kali.

Rencananya, RHT juga akan bekerja sama dengan beberapa industri farmasi di dalam negeri untuk produksi. Eko mengatakan, uji klinis fase 2 ini dilakukan di bawah pengawasan ketat BPOM. Pihaknya juga telah mengantongi izin untuk melakukan uji klinis fase 2 tersebut. Diharapkan uji klinis fase 2 selesai pada Oktober 2020. Setelah fase 2 berhasil baru lanjut ke fase 3 dengan jumlah subjek yang lebih besar.

“Harapan kami, kalau uji klinis selesai dan berhasil, kami akan sumbangkan ke rumah sakit di Indonesia untuk mengakhiri Covid-19 agar kita bisa kembali normal dan ekonomi tumbuh kembali,” kata Eko.

Sumber : beritasatu.com

Belanja Rhea yang Asli >>> KLIK DISINI <<<